Wednesday, July 16, 2008

berbagi rasa

Minggu lalu sy menyertai suami menghadiri undangan ceramah di kota Bondowoso Jatim. Awalnya sudah bisa membayangkan situasi dan kondisinya, alias sikonnya deh.. karena undangannya berasal dari sebuah pondok pesantren besar. Acaranya adalah wisuda lulusan pesantren tersebut (setingkat SMU). Yang dilantik lulusannya adalah santri laki-laki dan wanita. Namanya pelantikan atau wisuda, pastilah banyak juga orangtua murid yang hadir setidaknya juga turut bangga melihat anak2nya dapat menyelesaikan pendidikannya dengan baik. Sy terkesan, ternyata para lulusan atau santrinya itu berasal dari berbagai daerah, yaitu Kalimantan, NTT atau NTB bahkan ada yang dari Irian? atau Ambon? sorry lupa... Critanya suami diminta untuk memotivasi para lulusan tersebut yang dikaitkan dengan rasa kebangsaan gitu deh... Acaranya sih berlangsung bagus dan meriah..tapi ternyata ada hal yang mengganjal buat sy, yaitu tentang pengaturan tempat duduk. Layout tempat duduk undangan dibuat seperti kalau kita sedang beribadah dimasjid. Yaitu: para pria ditempatkan di area depan lalu para wanita di belakangnya. Dalam hati saya protes keras, ini kan tidak ada kaitannya dengan beribadah? Juga acara ini kan terbuka alias untuk umum karena banyaknya undangan dari kalangan luar pesantren. Mengapa posisi tata kursinya seperti ini?... Rasanya kok peran wanita itu tidak penting..Kenapa tidak dibuat saja sejajar kalau memang harus terpisah antara pria dan wanita, misalnya, dibuat saja posisi di sebelah kiri podium itu adalah tempat duduk utk para wanita lalu di sebelah kanannya tempat duduk utk para pria. Apakah itu tradisi pesantren?....

No comments: