Wednesday, July 16, 2008

ide awal sampai punya BUKAFE

Ini critanya kami sekeluarga protes atau tidak puas dengan adanya toko-toko buku yang ada di Indonesia, khususnya Jakarta. Maklum, hidup kami sekeluarga selalu bergelimang atau berkaitan langsung dengan buku. Tidak ada harta yang paling berharga selain buku. Kalau bisa dikategorikan, mungkin keluargaku termasuk sebuah keluarga yang langka atau unik mungkin??karna ada satu prinsip dalam hidup yang dengan susah payah harus ditanamkan, turun temurun yaitu: jangan pernah berpikir atau sayang untuk membelanjakan/membuang uang untuk 2 hal: MAKAN dan beli BUKU. Juga harus selalu disadarkan bahwa BUKU merupakan jendela menuju peradaban ataupun pengetahuan. Sehingga jika ingin mengetahui apapun kita bisa hanya dengan membaca buku. Akibatnya, dari usia sedini mungkin saya harus kenalkan anak2 dengan hal yang satu ini. Setelah punya kantor Penerbitan sendiri, itupun dibangun dari pengalaman dan rasa tidak puas, 2 (dua) taun kemudian tepatnya taun 2004 di bukalah toko buku BUKAFE 324. Dengan motto atau jargon kerennya, BUKAFE it's not a bookshop but a bookstore. Menurutku, toko buku yang sudah ada itu kategorinya a bookshop atau sebuah toko yang menjual buku bukan toko buku. Dalam benakku, yang namanya toko buku itu bukan hanya tempat untuk menjual buku, tapi juga tempat di mana kita bisa dengan bebas mencari dan membaca buku sebelum memutuskan untuk memiliki atau membelinya. Dengan asumsi, tidak semua orang yang punya kepentingan dengan buku itu berkecukupan alias punya uang, sekalipun dia mahasiswa, pelajar atau apapun apalagi hanya masyarakat biasa atau kebanyakan. Padahal peran BUKU itu penting sekali. Ketika berkesempatan berkeliling negeri lain, kami sekeluarga hampir pasti selalu mengunjungi toko2 buku ataupun perpustakaan. Jadilah BUKAFE ini dengan berbagai konsep campur yaitu perpaduan antara perpustakaan, toko buku (baru dan bekas) serta dilengkapi dengan kafe serta internet. Dan konsep inilah yang sekarang banyak diadopsi oleh toko-toko buku yang baru bermunculan.

No comments: